Apa yang Akan Terjadi Jika Tiba-Tiba Bumi Berhenti Berputar?
Seperti yang kita semua tahu, bumi berputar pada porosnya, sehingga kita mengalami siang dan malam. Lalu apa yang akan terjadi jika bumi tiba-tiba berhenti berputar? Ingat, hal ini tidak akan mungkin terjadi. Bumi hanya akan melambat dan melambat dan kemudian berhenti pada beberapa milyar tahun kedepan, jadi jangan khawatir…
Dan inilah hal-hal yang akan terjadi jika bumi secara tiba-tiba berhenti berotasi seperti yang dikutip dari Alam Mengemban Jadi Guru
Hal pertama yang perlu diperhitungkan adalah momentum dari semua yang ada di permukaan bumi. Kita semua ditekan oleh gravitasi dan bergerak melalui ruang angkasa dengan kecepatan rotasi dari 1674,4 km/jam (di khatulistiwa). Kita memang tidak merasakannya, karena momentum. Sama seperti tidak merasanya kita saat bergerak bersama mobil yang melaju di jalan raya. Tapi kita akan merasakan efeknya jika mobil tiba-tiba berhenti, atau me-rem mendadak. Jadi, jika bumi tiba-tiba berhenti berputar, semua yang ada di permukaan khatulistiwa bumi tiba-tiba akan bergerak dengan kecepatan awal lebih dari 1.600 km/jam ke timur. Kecepatan lepas dari Bumi adalah sekitar 40.000 km/jam, jadi kecepatan diatas tidak cukup untuk membuat kita terbang ke luar angkasa. Namun hal ini jelas akan menyebabkan beberapa kerusakan yang mengerikan karena segala sesuatu terbang dengan lintasan balistik ke timur. Bayangkan air lautan di khatulistiwa tiba-tiba bergerak ke timur dengan laju 1.600 km/jam. Hal yang sama juga dialami oleh udara yang akan menyebabkan badai terdahsyat yang pernah terjadi!
Kecepatan rotasi bumi menurun jika kita jauh dari khatulistiwa, ke arah kutub. Sehingga jika kita berada lebih ke selatan atau lebih ke utara dari khatulistiwa, maka kecepatan awal gerak kita saat bumi tiba-tiba berhenti berotasi, akan lebih kecil dari 1600 km/jam. Semakin kita lebih dekat dengan kutub bumi, kecepatan awal kita akan semakin kecil, bahkan jika kita berdiri tepat di kutub utara atau kutub selatan, kita akan nyaris tidak merasakannya.
Sehari Akan Berlangsung Selama 365 Hari
Masalah berikutnya adalah siang dan malam tidak akan sama lagi. Saat Bumi berputar pada porosnya, Matahari kembali ke posisi yang sama setiap 24 jam. Tetapi jika Bumi berhenti berputar, maka akan butuh waktu 365 hari bagi Matahari untuk ‘bergerak di langit’ dan kembali ke posisi yang sama. Tidak hanya itu, arah gerak matahari dilangit tidak lagi dari timur ke barat, tetapi dari barat ke timur. Setengah dari Bumi akan terpanggang sinarnya selama setengah tahun, disaat belahan bumi yang lain berada dalam kegelapan. Bumi akan sangat panas di sisi terangnya dan sangat dingin di sisi gelap. Peristiwa semacam ini jelas akan menghancurkan tumbuhan dan hewan. Dan di kutub-kutub bumi, hanya akan mengalami malam selama seminggu penuh dan kemudian siang juga selama seminggu penuh, demikian seterusnya.
Bumi Akan Berbentuk Bola yang Nyaris Sempurna
Sekilas mungkin akan ini adalah hal yang kecil dibandingkan dengan bencana lain, tetapi bumi akan menjadi bola hampir sempurna. Bumi saat ini berputar pada porosnya, menyelesaikan satu putaran kira-kira setiap 24 jam. Kecepatan rotasi ini menyebabkan bumi menonjol keluar di sekitar khatulistiwa, mengubah bentuk planet kita menjadi oblate spheroid (bola gepeng). Jika bumi tidak berotasi, gravitasi akan mampu membentuk Bumi menjadi bola yang hampir sempurna. Hal ini kesannya baik dan tidak berbahaya, Tapi sebenarnya ini menimbulkan masalah besar. Karena tonjolan bumi di tengah, lautan mengulur di khatulistiwa sejauh 8 km. Jika bumi berubah bentuk menjadi bola, lautan di dunia akan ter redistribusikan, membanjiri banyak wilayah di planet ini dengan volume besar air. Kita akan berakhir dengan sebuah benua tunggal di sekitar pertengahan planet ini, dengan lautan mengelilingi kutub utara dan kutub selatan.
Bumi Tidak Lagi Miring
Kemiringan bumi ditentukan oleh bagaimana planet berputar dibandingkan dengan Matahari. Kemiringan sumbu rotasi ini mendefinisikan musim di bumi. Tapi jika bumi tanpa rotasi, konsep tersebut tidak masuk akal lagi. Masih ada kutub utara planet ini, di mana radiasi dari Matahari berada pada sudut terendah, dan khatulistiwa, tempat yang menerima radiasi Matahari yang paling langsung. Tapi tidak akan ada lagi musim .
Bumi Takkan Terlindungi dari Radiasi-Radiasi yang Berbahaya bagi Kehidupan
Jika Bumi berhenti berputar, tidak akan ada lagi medan magnet bumi, karena rotasi bumilah yang memutar inti logam cair bumi dan menghasilkan medan magnet. Akibatnya, tidak akan ada lagi Aurora dan sabuk radiasi Van Allen yang melindungi kita dari sinar kosmik dan partikel berenergi tinggi lainnya, akan lenyap. Hal seperti ini akan menghancurkan Kehidupan di planet Bumi secara signifikan.
SUMBER
Hobi Makan Rambut, Remaja Ini Dehidrasi
Seorang remaja tidak bisa minum segelas air karena memiliki gumpalan rambut cukup besar yang menghalangi sistem pencernaannya.
Ayperi Alekseeva, gadis dari Kirgistan ini telah bertahun-tahun mengambil rambut dari karpet dan memakannya. Tidak hanya itu, ia pun mengunyah ujung rambutnya.
Setelah mencari bantuan medis, dokter mengeluarkan gumpalan rambut seberat hampir 4 kilogram. Dokter mengatakan, bila tanpa operasi darurat, remaja berusia 18 tahun yang mengalami dehidrasi dan kekurangan gizi ini dipastikan akan meninggal.
Mereka menambahkan, meski pencarian dari catatan medis selama 50 tahun, tidak dapat menemukan kasus dengan gumpalan rambut sebesar yang dialami remaja tersebut.
Alekseeva sudah dibawa ke rumah sakit di kota Batken oleh orangtuanya setelah mengeluh sakit perut parah. Setelah melakukan rontgent, dokter menyadari ada penyumbatan yang kemudian dirujuk ke rumah sakit di Biskek untuk operasi.
Bahadir Bebezov, guru besar senior rumah sakit bedah mengatakan bahwa orangtua Alekseeva membawa ke rumah sakit setelah berat badan anaknya mulai menyusut dan tidak bisa makan apa-apa.
"Pada saat kami menanganinya, dia tidak bisa minum air. Kami menyadari bahwa ini perlu dioperasi segera," kata Bebezov, seperti dikutip Daily Mail.
Itu merupakan alternatif satu-satunya untuk memecahkan masalah tak lazim ini. Kondisi perut remaja itu begitu parah sampai menimbulkan bengkak dari rambut dan potongan wol karpet yang dimakannya.
"Secara psikologis, terlepas dari kebiasaan mengambil rambut dari karpet dan memakannya, gadis muda ini normal dan sehat," kata dokter.
Alekseeva kini sudah pulih dari operasinya dan akan kembali ke rumah. Ia sudah berjanji tidak akan mengunyah rambut lagi.
SUMBER
Asal Mula "Lorem Ipsum"
Apakah Lorem Ipsum itu ?
Lorem Ipsum adalah contoh teks atau dummy dalam industri percetakan dan penataan huruf atau typesetting. Lorem Ipsum telah menjadi standar contoh teks sejak tahun 1500an, saat seorang tukang cetak yang tidak dikenal mengambil sebuah kumpulan teks dan mengacaknya untuk menjadi sebuah buku contoh huruf. Ia tidak hanya bertahan selama 5 abad, tapi juga telah beralih ke penataan huruf elektronik, tanpa ada perubahan apapun. Ia mulai dipopulerkan pada tahun 1960 dengan diluncurkannya lembaran-lembaran Letraset yang menggunakan kalimat-kalimat dari Lorem Ipsum, dan seiring munculnya perangkat lunak Desktop Publishing seperti Aldus PageMaker juga memiliki versi Lorem Ipsum.
Mengapa Kita Menggunakannya ?
Sudah merupakan fakta bahwa seorang pembaca akan terpengaruh oleh isi tulisan dari sebuah halaman saat ia melihat tata letaknya. Maksud penggunaan Lorem Ipsum adalah karena ia kurang lebih memiliki penyebaran huruf yang normal, ketimbang menggunakan kalimat seperti "Bagian isi disini, bagian isi disini", sehingga ia seolah menjadi naskah Inggris yang bisa dibaca. Banyak paket Desktop Publishing dan editor situs web yang kini menggunakan Lorem Ipsum sebagai contoh teks. Karenanya pencarian terhadap kalimat "Lorem Ipsum" akan berujung pada banyak situs web yang masih dalam tahap pengembangan. Berbagai versi juga telah berubah dari tahun ke tahun, kadang karena tidak sengaja, kadang karena disengaja (misalnya karena dimasukkan unsur humor atau semacamnya)
Dari Mana Asalnya
Tidak seperti anggapan banyak orang, Lorem Ipsum bukanlah teks-teks yang diacak. Ia berakar dari sebuah naskah sastra latin klasik dari era 45 sebelum masehi, hingga bisa dipastikan usianya telah mencapai lebih dari 2000 tahun. Richard McClintock, seorang professor Bahasa Latin dari Hampden-Sidney College di Virginia, mencoba mencari makna salah satu kata latin yang dianggap paling tidak jelas, yakni consectetur, yang diambil dari salah satu bagian Lorem Ipsum. Setelah ia mencari maknanya di di literatur klasik, ia mendapatkan sebuah sumber yang tidak bisa diragukan. Lorem Ipsum berasal dari bagian 1.10.32 dan 1.10.33 dari naskah "de Finibus Bonorum et Malorum" (Sisi Ekstrim dari Kebaikan dan Kejahatan) karya Cicero, yang ditulis pada tahun 45 sebelum masehi. BUku ini adalah risalah dari teori etika yang sangat terkenal pada masa Renaissance. Baris pertama dari Lorem Ipsum, "Lorem ipsum dolor sit amet..", berasal dari sebuah baris di bagian 1.10.32.
Bagian standar dari teks Lorem Ipsum yang digunakan sejak tahun 1500an kini di reproduksi kembali di bawah ini untuk mereka yang tertarik. Bagian 1.10.32 dan 1.10.33 dari "de Finibus Bonorum et Malorum" karya Cicero juga di reproduksi persis seperti bentuk aslinya, diikuti oleh versi bahasa Inggris yang berasal dari terjemahan tahun 1914 oleh H. Rackham
Dari Mana Saya Bisa Mendapatkannya?
Ada banyak variasi tulisan Lorem Ipsum yang tersedia, tapi kebanyakan sudah mengalami perubahan bentuk, entah karena unsur humor atau kalimat yang diacak hingga nampak sangat tidak masuk akal. Jika anda ingin menggunakan tulisan Lorem Ipsum, anda harus yakin tidak ada bagian yang memalukan yang tersembunyi di tengah naskah tersebut. Semua generator Lorem Ipsum di internet cenderung untuk mengulang bagian-bagian tertentu. Karena itu inilah generator pertama yang sebenarnya di internet. Ia menggunakan kamus perbendaharaan yang terdiri dari 200 kata Latin, yang digabung dengan banyak contoh struktur kalimat untuk menghasilkan Lorem Ipsun yang nampak masuk akal. Karena itu Lorem Ipsun yang dihasilkan akan selalu bebas dari pengulangan, unsur humor yang sengaja dimasukkan, kata yang tidak sesuai dengan karakteristiknya dan lain sebagainya.
SUMBER
CATATAN AKHIR SEKOLAH (DOKUMENTASI) SMA 2 SEMARANG 2014
Selamat pagi/siang/sore/malam teman-teman :)
Pada kesempatan kali ini saya akan menampilkan satu lagi karya saya bersama Penta Editor yaitu film CATATAN AKHIR SEKOLAH SMA 2 SEMARANG 2014.
Kami membuat 2 film CATATAN AKHIR SEKOLAH, yaitu CATATAN AKHIR SEKOLAH SKENARIO dan CATATAN AKHIR SEKOLAH DOKUMENTASI.
Namun pada kesempatan kali ini saya ingin menampilkan yang DOKUMENTASI. So, tidak perlu lama lagi. Cekidot gan!
SHORT FILM "BANTARA"
Selamat pagi/siang/sore/malam teman :)
Sudah lama saya tidak mengupdate blog ini. hahaha :D
Pada kesempatan ini saya akan menampilkan salah satu karya saya bersama Penta Editor berupa film pendek berjudul "BANTARA"
Film ini dibuat pada tahun 2012. Film ini mengisahkan tentang seorang anak Pramuka yang berjuang untuk mengikuti kegiatan pelantikan Pramuka Bantara di sekolahnya.
So, tidak perlu panjang lebar. enjoy this film ! :D
Kenapa Harus Takut Mendonorkan Mata?
Jakarta, Menjadi donor mata adalah sesuatu yang mulia karena ketika tubuh sudah tidak bernyawa kelak, organ mata kita masih bisa membantu orang lain yang sangat membutuhkannya. Tak perlu takut mendonorkan mata.
Di Indonesia jumlah orang yang mau mewasiatkan matanya untuk didonorkan setelah meninggal sangatlah sedikit. Padahal donor mata sangat dibutuhkan bagi orang yang mengalami kebutaan kornea.
"Kendalanya, pertama karena ketidakpedulian dan kedua tabu. Banyak orang menganggap bahwa donor mata itu tidak boleh karena mata diminta pertanggungjawabannya di akhirat. Mereka takut kalau nanti matanya dipakai untuk hal-hal yang jahat. Padahal mata dan penglihatan adalah hal yang berbeda," jelas Dr. dr. Tjahjono Darminto Gondhowiardjo, Sp.M, anggota baru Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) saat kuliah innaugurasi 'Menguak 'Jendela Hati' Sebagai Embrio Proses Berpikir Manusia' di RSCM, Jakarta, seperti ditulis Kamis (23/6/2011).
Dr Tjahjono mengatakan bahwa mata adalah organ tubuh sedangkan penglihatan adalah apa yang bisa dilakukan organ mata. "Yang diminta pertanggungjawaban adalah apa yang kita lihat semasa hidup, bukan organ matanya," lanjut Dr Tjahjono.
"Alangkah mulianya ketika tubuh kita sudah tidak bernyawa, tetapi kita masih bisa menolong orang lain dengan mata kita. Ini bisa sangat membahagiakan orang lain," jelas Dr Tjahjono.
Menurutnya, jumlah calon donor yang terdaftar di Bank Mata Indonesia relatif sangat rendah apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia. Begitu pula jumlah kornea donor lokal bila dibandingkan jumlah kornea donor yang berasal dari Srilanka, India, Belanda maupun Amerika Serikat. Penduduk Srilanka yang mayoritas beragama Budha, secara sukarela mendonasikan matanya pada saat meninggal dunia.
Dr Tjahjono mengatakan di Indonesia kegiatan penggalangan kornea donor penduduk yang beragama Islam dilandasi dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Juni 1979, 'Seseorang yang semasa hidupnya berwasiat akan menghibahkan kornea matanya sesudah wafatnya, dengan diketahui dan disetujui dan disaksikan oleh ahli warisnya, wasiat itu dapat dilaksanakan dan harus dilaksanakan oleh ahli bedah'.
Serta Keputusan Mu'tamar Tarjib Muhammadiyah (1980), 'Transplantasi kornea mata dibenarkan menurut hukum Islam dengan pertimbangan, bahwa bagi donor yang telah meninggal, korneanya sudah tidak diperlukan lagi. Padahal jika korneanya dimanfaatkan oleh seorang tuna netra akan sangat besar manfaatnya. Meskipun si tuna netra tidak akan meninggal karena tidak dapat melihat, namun penglihatan merupakan kebutuhan hidup dan akan makin menyempurnakan fungsi hidup si tuna netra setelah dapat melihat'.
"Sayangnya, kedua pernyataan tersebut relatif tidak tersosialisasikan, bahkan pada jejaring kedua institusi itu sendiri, sehingga tidak terdapat gema apalagi dukungan yang nyata dari kelompok masyarakat penganutnya yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia," jelas Dr Tjahjono.
Selain itu, UK Islamic Transplantation juga menyebutkan bahwa 'Muslim Scholar, akademi yang paling bergengsi sepakat menyatakan bahwa donasi organ (termasuk kornea) adalah tindakan pahala dan dalam keadaan tertentu dapat menjadi kewajiban'.
Mata merupakan organ penting manusia karena informasi sehari-hari yang kita tangkap 83 persen berawal dari mata. Maka bisa dibayangkan apa yang terjadi bila mata Anda tidak berfungsi dengan baik.
Berkurangnya kemampuan penglihatan individu, akan menyebabkan perubahan persepsi individu pada lingkungan dan berdampak pada kualitas kerja sehari-hari, bahkan berdampak pada tingkat produktivitas, hubungan sosial dan kemampuan ekonomi.
"Kaitan tersebut mempertegas idiom bahwa kebutaan adalah 'penyebab sekaligus akibat' dari kemiskinan," jelas Dr Tjahjono.
Tidaklah berlebihan, bahwa kebutaan merupakan malapetaka bagi individu tersebut dan keluarganya, yang sebagian besar adalah kelompok masyarakat kurang mampu dan menyebabkan mereka bersedia 'menukarkan' 67-95 persen sisa hidupnya untuk dapat melihat kembali.
"Jadi bisa dibayangkan betapa bergunanya mata yang kita donorkan ketika kelak meninggal dunia bagi orang tuna netra," lanjut Dr Tjahjono.
Syarat untuk menjadi donor mata sangat mudah. Menurut Dr Tjahjono, yang harus dipenuhi bila Anda ingin menjadi donor organ, yaitu darah dan kornea dalam keadaan baik.
Lalu bagaimana bila Anda ingin menjadi donor mata? Jika Anda berminat untuk menjadi donor mata setelah meninggal kelak, Anda bisa mendaftarkan diri di Bank Mata Indonesia. Untuk di wilayah Jakarta, bisa mendaftarkan diri di Departemen Mata Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Rumah Sakit Mata Aini Jakarta.
SUMBER
Di Indonesia jumlah orang yang mau mewasiatkan matanya untuk didonorkan setelah meninggal sangatlah sedikit. Padahal donor mata sangat dibutuhkan bagi orang yang mengalami kebutaan kornea.
"Kendalanya, pertama karena ketidakpedulian dan kedua tabu. Banyak orang menganggap bahwa donor mata itu tidak boleh karena mata diminta pertanggungjawabannya di akhirat. Mereka takut kalau nanti matanya dipakai untuk hal-hal yang jahat. Padahal mata dan penglihatan adalah hal yang berbeda," jelas Dr. dr. Tjahjono Darminto Gondhowiardjo, Sp.M, anggota baru Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) saat kuliah innaugurasi 'Menguak 'Jendela Hati' Sebagai Embrio Proses Berpikir Manusia' di RSCM, Jakarta, seperti ditulis Kamis (23/6/2011).
Dr Tjahjono mengatakan bahwa mata adalah organ tubuh sedangkan penglihatan adalah apa yang bisa dilakukan organ mata. "Yang diminta pertanggungjawaban adalah apa yang kita lihat semasa hidup, bukan organ matanya," lanjut Dr Tjahjono.
"Alangkah mulianya ketika tubuh kita sudah tidak bernyawa, tetapi kita masih bisa menolong orang lain dengan mata kita. Ini bisa sangat membahagiakan orang lain," jelas Dr Tjahjono.
Menurutnya, jumlah calon donor yang terdaftar di Bank Mata Indonesia relatif sangat rendah apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia. Begitu pula jumlah kornea donor lokal bila dibandingkan jumlah kornea donor yang berasal dari Srilanka, India, Belanda maupun Amerika Serikat. Penduduk Srilanka yang mayoritas beragama Budha, secara sukarela mendonasikan matanya pada saat meninggal dunia.
Dr Tjahjono mengatakan di Indonesia kegiatan penggalangan kornea donor penduduk yang beragama Islam dilandasi dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia, Juni 1979, 'Seseorang yang semasa hidupnya berwasiat akan menghibahkan kornea matanya sesudah wafatnya, dengan diketahui dan disetujui dan disaksikan oleh ahli warisnya, wasiat itu dapat dilaksanakan dan harus dilaksanakan oleh ahli bedah'.
Serta Keputusan Mu'tamar Tarjib Muhammadiyah (1980), 'Transplantasi kornea mata dibenarkan menurut hukum Islam dengan pertimbangan, bahwa bagi donor yang telah meninggal, korneanya sudah tidak diperlukan lagi. Padahal jika korneanya dimanfaatkan oleh seorang tuna netra akan sangat besar manfaatnya. Meskipun si tuna netra tidak akan meninggal karena tidak dapat melihat, namun penglihatan merupakan kebutuhan hidup dan akan makin menyempurnakan fungsi hidup si tuna netra setelah dapat melihat'.
"Sayangnya, kedua pernyataan tersebut relatif tidak tersosialisasikan, bahkan pada jejaring kedua institusi itu sendiri, sehingga tidak terdapat gema apalagi dukungan yang nyata dari kelompok masyarakat penganutnya yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia," jelas Dr Tjahjono.
Selain itu, UK Islamic Transplantation juga menyebutkan bahwa 'Muslim Scholar, akademi yang paling bergengsi sepakat menyatakan bahwa donasi organ (termasuk kornea) adalah tindakan pahala dan dalam keadaan tertentu dapat menjadi kewajiban'.
Mata merupakan organ penting manusia karena informasi sehari-hari yang kita tangkap 83 persen berawal dari mata. Maka bisa dibayangkan apa yang terjadi bila mata Anda tidak berfungsi dengan baik.
Berkurangnya kemampuan penglihatan individu, akan menyebabkan perubahan persepsi individu pada lingkungan dan berdampak pada kualitas kerja sehari-hari, bahkan berdampak pada tingkat produktivitas, hubungan sosial dan kemampuan ekonomi.
"Kaitan tersebut mempertegas idiom bahwa kebutaan adalah 'penyebab sekaligus akibat' dari kemiskinan," jelas Dr Tjahjono.
Tidaklah berlebihan, bahwa kebutaan merupakan malapetaka bagi individu tersebut dan keluarganya, yang sebagian besar adalah kelompok masyarakat kurang mampu dan menyebabkan mereka bersedia 'menukarkan' 67-95 persen sisa hidupnya untuk dapat melihat kembali.
"Jadi bisa dibayangkan betapa bergunanya mata yang kita donorkan ketika kelak meninggal dunia bagi orang tuna netra," lanjut Dr Tjahjono.
Syarat untuk menjadi donor mata sangat mudah. Menurut Dr Tjahjono, yang harus dipenuhi bila Anda ingin menjadi donor organ, yaitu darah dan kornea dalam keadaan baik.
Lalu bagaimana bila Anda ingin menjadi donor mata? Jika Anda berminat untuk menjadi donor mata setelah meninggal kelak, Anda bisa mendaftarkan diri di Bank Mata Indonesia. Untuk di wilayah Jakarta, bisa mendaftarkan diri di Departemen Mata Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan Rumah Sakit Mata Aini Jakarta.
SUMBER
Level Penyotek
Ane menggolongkan level2 ini sesuai juga dengan tingkat kemalasan pelakunya :
Level Pertama
- Biasanya pelaku menyalin dari buku atau catatan atau darimana aja sumbernya yang di ambil adalah point2 yang di anggap penting sama dia. Kemudian hasilnya di tulis ulang di ( kebanyakan : secarik kertas, HP ato di media2 contekan lain). Pada level ini pelaku masih berusaha giat untuk mecari bahan contekannya, membaca, dan menulis, pada tahap ini saja sebenernya pelaku sudah belajar kan. Di level ini pelaku ane golongkan ke penyontek yang inovatif, kreatif dan masih giat belajar.
Level Kedua
- Pelaku biasanya cuma mem foto kopi bahan contekan dari ( misalnya : catatan ( biasanya juga catatan hasil pinjaman), buku paket (hasil pinjaman juga ) dan dari sumber2 lainnya). Sumber2 tersebut di di foto kopi (tidak semuanya di foto kopi tentunya, pastinya di cari halaman2 mana yang mengandung point2 yang di anggap dia penting. Di foto kopi jadi kecil2 jadi mudah di masukin kantong.Di level ini pelaku ane golongkan ke penyontek yang agak usaha, gg pinter juga gg bodoh standard lah
Level Ketiga
- Pelaku biasanya adalah tipe yang amat sangat malas sekali, gg mau belajar juga gg mau bikin contekan sendiri. Biasaya pelaku nyantai aja tanpa bawa apa2 waktu ujian, tanpa contekan juga tanpa belajar. Pelaku hanya menunggu jawaban dari teman2nya. Biasanya dia aktifnya baru setelah di kelas pas ujian berlangsung (aktif nyari2 jawaban maksudnya ;D ). Di level ini ane golongkan ke penyontek yang sangat malas, biasanya juga bodoh karena gg mau belajar juga gg mau usaha bikin contekan sendiri.


